Pikirkan Saham Sebagai Suatu Bisnis
3 Modal Utama Penting Investor
1. Mindset
2. Money Management
3. Metode
6 Rasio Keuangan Untuk Memilih Saham
1. Earning Per Share (EPS)
2. Price To Earning Ratio (PER)
3. Price To Book Value (PBV)
4. Return On Equity (ROE)
5. Debt To Equity Ratio (DER)
6. Dividend Yield (DY)
Cara Memahami Jual dan Beli Saham di Aplikasi
Hidup Tenang Tanpa Pinjaman Online
Memiliki gaji yang tidak terlalu besar tentunya menjadi pressure tersendiri bagi kita. Apalagi jika kita sudah berumah tangga banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Saat ini, seringkali lingkungan memengaruhi gaya hidup kita. Kebutuhan bahkan tidak menjadi dasar karena dikuasai oleh keinginan sehingga kita pun mengambil jalan pintas dengan pinjaman online.
Pinjaman online sudah mulai meresahkan masyarakat, karena tidak semua pinjaman online legal. Saat ini masih banyak pinjaman online yang ilegal. Yang lebih meresahkan lagi, banyak oknum yang dengan sengaja menggunakan identitas orang lain untuk mendaftarkan dirinya ke pinjaman online ilegal, lalu pada akhirnya diteror oleh debt collector. Berikut ini cara mengelola keuangan agar kamu tidak terjebak pinjaman online.
- Pertama, buang rasa gengsi! Biasanya para milenial ini seringkali merasa gengsi karena melihat lifestyle temannya yang ‘berlebihan’ namun pemasukannya tidak mencukupi untuk memiliki lifestyle (gaya hidup) seperti itu dan akhirnya para milenial ini memanfaatkan pinjaman online ilegal.
- Kedua, catat semua pengeluaran dan pemasukan kamu. Hayo siapa yang sering mengalami habis gajian tapi uangnya tidak tahu kemana? Saatnya catat semua pengeluaran dan pemasukan agar bisa keuangan dapat terkontrol.
- Ketiga, biasakan untuk berinvestasi walaupun hanya sedikit. Siapa bilang investasi memerlukan modal yang besar? Tenang! Bahkan dengan modal yang bisa dikatakan minim, kamu masih tetap bisa berinvestasi. Sudah banyak saham-saham yang harganya relatif terjangkau namun tetap menjadi incaran para investor.
Nah, dari sini bisa kita ambil kesimpulan bahwa pengelolaan dana itu sangat penting. Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang kurang stabil saat ini. Yuk, mulai dari sekarang berinvestasi dan siapkan dana darurat untuk kedepannya.
5 Strategi Investasi Untuk Investor Pemula
1. Start small (Dimulai dari kecil)
2. Beli dan tahan
3. Investor aktif
4. Metode Dollar Cost Averaging (DCA)
5. Diversifikasi
5 Instrumen Investasi Paling Banyak Diminati
1. Reksadana
2. Emas
3. Saham
4. Logam Mulia
5. Deposito
5 Skill Kerja Seorang Programmer
1. Kemampuan memahami struktur data dan algoritma.
2. Pemahaman Tentang Bahasa Inggris
3. Keterampilan dalam berkomunikasi
4. Mampu berpikir secara kritis
5. Kemampuan dalam menulis dan membaca
Tips Memulai Usaha Bisnis
1. Fokus pada satu peluang bisnis
2. Lakukan hal yang kamu sukai
3. Kuasai segalanya tentang bisnis kamu
4. Selalu mau belajar dari orang lain
5. Hiduplah dengan sederhana
8 Keahlian Penting Tidak Pernah Diajarkan Sekolah
1. Berpikir Kreatif
2. Keterampilan Mempengaruhi Orang Lain
3. Keterampilan Menjual
4. Keterampilan Berkomunoikasi
5. Berinvestasi
6. Kemampuan Membangun Networking
7. Mengelola Waktu dan Management Prioritas
8. Kemampuan Beradaptasi
Cara Berinvestasi Saham Untuk Pemula
1. Kenali produk investasi saham
2. Memilih perusahaan sekuritas
3. Membuat rekening saham
4. Memilih saham
5. Waktu transaksi harga saham
6. Menganalisa laporan keuangan harga saham
1. Pahami Investasi Saham
2. Melihat Reksadana
3. Saham Blue-Chip
- Saham BCA (kode IDX : BBCA) adalah bank terbaik di Indonesia dengan jaringan ATM terbesar, jutaan jumlah nasabah dan paling penting menghasilkan profit besar buat pemegang saham.
- Unilever Indonesia (kode IDX : UNVR) adalah perusahaan consumer goods terbaik di Indonesia dengan berbagai brand produk rumah tangga yang sudah tidak asing di masyarakat. Kinerja keuangan UNVR adalah salah satu yang terbaik di bursa dengan kemampuan saham ini mencetak laba secara konsisten.
4. Waktu Investasi Saham
5. Harga Saham
Tips Hindari Investasi Bodong
Ketika berinvestasi, setiap orang tentunya mengharapkan imbal hasil yang melimpah. Namun hati-hati, pelajari dulu bentuk-bentuk investasi agar tidak terjerat skema ponzi. Apa itu skema ponzi?
Mengenal skema ponzi
Dilansir OJK, skema ponzi merupakan bentuk modus investasi palsu, dimana keuntungan yang dibayarkan ke investor adalah dari uang mereka sendiri, atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya.
Sederhananya, skema ponzi ini memutar uang dari masing-masing anggotanya kepada investor lama. Investasi ini mengandalkan suntikan modal investor baru untuk mendanai investor lama.
Bentuk investasi bodong dengan skema ponzi
Skema ponzi berbentuk investasi bodong banyak macamnya. Ada yang berbentuk money game, atau menggunakan trading, kripto, arisan, titip uang, dan sebagainya.
Investasi bodong ini kerap memakan korban karena masih banyak orang yang tergiur easy money. Padahal, di dunia ini gak ada yang instan. Mau makan mie instan saja perlu dimasak dulu, ya kan ?
Nah, agar tidak tergiur dengan investasi bodong seperti skema ponzi, apa yang perlu dilakukan?
1. Coba pahami setiap instrumen investasi
Ada pepatah, “tak kenal maka tak sayang”. Ini juga berlaku saat berinvestasi. Kalau kamu tidak mengenali instrumen investasi yang ditawarkan, mulailah berhati-hati.
Bayangkan, kamu sudah susah-susah bekerja mengumpulkan uang, tiba-tiba langsung percaya dengan orang-orang yang menawarkan investasi “titip duit”. Bukannya untung, malah buntung !
2. Investasi jangan ikut-ikutan
Masih banyak orang-orang yang merasa FOMO dan ikut-ikutan dalam berinvestasi. Padahal mereka belum mengerti risiko dari setiap instrumen investasi.
Ada teman yang berhasil dapat cuan dari kripto dan trading, kamu ikut-ikutan. Ada yang menawarkan profit berlipat dalam jangka waktu singkat, kamu sikat.
Pahami lebih dulu setiap instrumen investasi. Jika sudah paham baru kamu bisa ikut masuk. Ini akan menghindarkan kamu dari investasi bodong karena kamu sudah paham bahwa model investasi yang aneh-aneh merupakan ciri penipuan.
3. Jangan mudah tergiur oleh profit yang too good to be true
Salah satu cara penipu untuk menggaet korban adalah menawarkan investasi dengan profit besar dalam jangka waktu singkat. Contohnya, setor uang Rp 500.000, terus dalam 10 hari menjadi Rp 700.000. Setor Rp 800.000 menjadi Rp 1.200.000, dan seterusnya.
Mereka berdalih bahwa uang tersebut akan diputarkan dengan cara trading, dan diinvestasikan ke usaha lain.
Padahal, coba deh dipikir baik-baik, kalau investasi seperti itu memang benar adanya, harusnya rakyat Indonesia pada kaya-kaya dong, ya? Hati-hati jika ada yang menawarkan profit yang too good to be true. Bisa jadi cuma tipu-tipu !
4. Investasi tersebut sudah terdaftar dan diawasi oleh negara
Cara termudah untuk melihat suatu investasi aman atau tidak adalah dengan melihat apakah perusahaan yang menaungi investasi tersebut sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) atau belum.
Jika ada orang yang menawarkan investasi, tetapi tidak terdaftar dalam OJK atau Bappebti, hati-hati ya. Bisa jadi termasuk investasi bodong.
Ketika akan berinvestasi, kamu harus jeli dan mampu berpikir kritis. Tidak langsung mempercayai investasi yang aneh-aneh seperti skema ponzi berkedok investasi tersebut. Proceed with caution !
3 Skill Dasar Keuangan Yang Harus Kamu Miliki
1. Mencari Uang
2. Mempertahankan Uang
3. Menambah Uang
Tips Interview Saat Kerja Online
1. Laptop / Komputer
2. Koneksi Internet
3. Portofolio Online
4. Handphone
Tips Menghindari Fintech Pinjol Ilegal
Secara umum, Fintech adalah sebuah inovasi keuangan yang menggunakan teknologi. Produknya bermacam - macam mulai dari crowdfunding, micro financing, P2P Lending, Market comparison hingga digital payment system. P2P Lending jadi yang paling banyak tumbuh di Indonesia.
Tapi, pertumbuhan fintech terutama aplikasi pinjaman online juga turut dimanfaatkan oleh oknum untuk melakukan kejahatan. Mereka akan mengambil data pribadi kamu dan bisa di salahgunakan. Tidak cuma itu saja, fintech ilegal juga rentan terhadap kasus penipuan atau penggelapan. Berikut ini beberapa tips menghindari pinjol ilegal di bawah ini.
1. Pastikan Aplikasi Terdaftar dan Diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan)
Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memastikan perusahaan tersebut terdaftar dan diawasi OJK. Karena kalau sudah terdaftar dan diawasi OJK, maka keamanannya tidak perlu kamu ragukan lagi. Perusahaan pinjol sudah berjalan sesuai regulasi OJK.
2. Jangan Mudah Tergiur Keuntungan
Pinjol ilegal sering menjanjikan untung besar dalam produknya. Jangan langsung tergiur dengan iming - iming keuntungan besar. Ingat, tidak ada cara untuk dapat uang banyak secara instan dan tanpa usaha, tetap membutuhkan usaha serta pengorbanan.
3. Hubungi OJK
Kalau kamu bingung, kamu dapat bertanya langsung pada OJK melalui telepon di nomor 157. Kamu juga menghubungi OJK lewat WhatsApp 081-157-157-`157. Tidak hanya soal fintech ilegal, kamu pun dapat melaporkan kalau menemukan fintech ilegal.
Selain itu, pihak berwajib telah berupaya melakukan pemeriksaan. Dalam periode waktu tertentu, OJK merilis daftar fintech ilegal. Di dalamnya terdapat daftar fintech ilegal dengan jenis usaha berbeda mulai dari pinjaman online, investasi, judi, hingga arisan online. Pastikan kamu mengecek kredibilitas fintech di halaman OJK, ya !!!